Asimetri Informasi

Kebanyakan kantor di Indonesia tidak memiliki ventilasi yang layak dan menggunakan AC Central. Tracing juga sudah jarang dilaksanakan, padahal tracing dengan menggunakan antigen sudah “cukup” efektif untuk mendeteksi penyebaran awal. Ini adalah realita yang terjadi di kebanyakan kantor di Indonesia dan tidak lupa bahwa terdapat peraturan baru yang meniadakan kewajiban test PCR & Antigen sebelum melakukan perjalanan melalui darat, laut & udara. Padahal menurut penelitian terbaru, orang-orang yang terpapar Covid-19 terjadi penyusutan otak karena semakin banyaknya grey area terhadap pasien yang positif.

Sekarang adalah tahun ke-3 kita berjuang untuk terhindar dari pandemi Covid-19. Beberapa pendapat ahli juga tidak mendapatkan perhatian khusus. Beberapa kali Saya mendengar para ahli berkoar-koar agar dapat mendapatkan data yang akurat, karena dengan data yang akurat maka penanganan dan pengambilan keputusan dapat dilaksanakan secara real. Kebanyakan saat ini para ahli-ahli tersebut lebih suka membahasnya di podcast-podcast terbitan luar negeri menggunakan bahasa inggris.

Sedih memang, jika ingin mencari berita terkini dan fakta yang lebih akurat Saya bahkan lebih percaya “latest tweet” dibandingkan Google News, karena Google News yang diatur untuk wilayah Indonesia itu bias banget, dan cenderung menampilkan berita-berita kelas kacang. Kalau Saya atur wilayahnya untuk di US/UK pemberitaan tentang Indonesia cenderung sedikit. Algoritma nya benar-benar menjebak kalau ga hati-hati. Sama juga dengan Twitter, Saya lebih memilih latest tweet dibandingkan dengan mode “Home“, karena kadang yang viral orangnya itu-itu aja. Haha. Setidaknya dengan latest tweet Saya mendapatkan berita dari akun-akun berita yang real dan fresh. Yah, walaupun sebenarnya juga kebanyakan berita tentang topik luar negeri dibandingkan dengan berita Indonesia, tapi yaa lebih berimbang deh. Saya mendapati informasi yang telah Saya dapat di twitter mengenai perkembangan terbaru, baru muncul 3 hari setelahnya di Televisi/Portal Berita Indonesia.

Pedih sih emang, kalau kita sendiri aja dalam proses pencarian informasi harus megap-megap begini. Kesana-kemarin mencari informasi yang relevan dan akurat. Sebenarnya informasinya ada, namun tidak dimunculkan ke permukaan. Lalu apa solusinya? 🙃🙃🙃

Pertanyaannya adalah seberapa jauh kita ingin berhenti dari hanyutan flow sosial media dan berita-berita kacangan? (a question I ask for myself) Seru sih emang, tapi kan ga ada manfaatnya. Dan diharapkan Kita bisa tetap aware dengan kondisi sekitar dan bisa melihat dan menghargai perspektif orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: