Pengalaman Vaksinasi AstraZeneca

Hai, apa kabar? Kali ini Saya mau cerita tentang pengalaman kemarin Saya divaksin AstraZeneca (AZ) pada tanggal 7 April 2021. Jauh sebelum itu Saya sudah baca gonjang ganjing nya, mulai dari warga German yang menolak nya, dan lebih memilih vaksin Pfizer dan Moderna, dan beberapa negara yang memutuskan untuk penghentian penggunaan vaksin AZ ke warganya. Tapi menurut Saya berita terkadang bias, mengembar-gemborkan hanya dari satu sisi, yaitu sisi yang menarik untuk dijadikan pemberitaan. Kami sekeluarga meyakini bahwa mendaftarkan diri untuk divaksin membawa manfaat lebih baik dibandingkan mudaratnya.

Pada dasarnya, vaksin ini bertujuan menyuntikkan virus Covid-19 yang sudah dilemahkan, agar kemudian tubuh kita dapat mengenali virus tersebut, sehingga kedepannya jika terpapar, tubuh memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyerangnya. Alhamdulillah Saya salah satu yang beruntung bisa mendapatkan vaksin diawal, karena bekerja menjadi ASN dan tinggal di daerah perbatasan sehingga menjadi demografi yang diutamakan oleh Pemerintah.

Bagaimana prosesnya? Karena kebetulan Saya sedang kuliah, ternyata nama Saya dan teman-teman lain yang sedang kuliah juga tidak terdaftar dalam list pegawai yang menerima suntikan. Ketika kami melaporkan hal tersebut ke unit SDMO, baik banget kami dibantu untuk bisa mendaftar secara mendadak. Terima kasih SDMO, terharu. Lalu Saya datang melapor ke kantor, diberikan format skrinning sebelum vaksinasi, yang tujuannya untuk melakukan pemeriksaan dan mengeliminasi jika terdapat pegawai yang sedang dalam kondisi tidak fit. Mulai dari pertanyaan mengenai suhu dan tekanan darah, apakah pernah menjalin kontak dengan pasien positif Covid-19 atau terkontaminasi, riwayat penyakit dan juga ada pertanyaan khusus untuk lansia.

Setelah selesai mengisi form tersebut, Saya diarahkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah oleh Dokter dan Suster yang bertugas, jika tensi OK, akan dilanjutkan dengan penyuntikan vaksinnya. Biasanya area penyuntikan vaksin dibedakan antara wanita dan pria karena untuk menjaga aurat. Ketika Saya sampai bilik vaksinasi, sudah ada Dokter yang menunggu, lalu Saya duduk dan Dokter menyuntikkan vaksin.

Kalau ada dua hal yang Saya ingin peringatkan, jangan lupa pilih lokasi tangan kiri untuk disuntik, kenapa? Karena selama 3 hari kedepan, tangan akan terasa kebas dan sulit untuk bergerak bebas. Dan jangan langsung minum minuman yang mengandung es dan bergas. Hal ini untuk menghindari deman setelah vaksin.

Setelah itu kami dipersilahkan untuk duduk dan menunggu selama 30 menit untuk diskrinning kembali. Setelah itu Saya menerima kartu tanda telah divaksin dan diberitahukan tanggal untuk kembali mendapatkan vaksin yang ke-2.

Sehabis vaksin, alhamdulillah Saya merasa baik-baik saja. Namun kemarin karena untuk jaga-jaga Saya minta diantar adik Saya ke kantor, khawatir tidak fit membawa kendaraan. Efeknya baru Saya rasakan hari berikutnya, mulai dari tangan tempat penyuntikan merasa kebas, dan bawaannya ngantuk. Tubuh Saya terasa sedikit panas, tapi gapapa karena itu menandakan tubuh Saya sedang melawan virus yang sudah dilemahkan. Recovery Saya memakan waktu 3 hari, dengan kegiatan bangun, makan dan tidur. Tapi banyak juga yang sehabis divaksin sehat-sehat saja dan tidak berpengaruh ditubuhnya. Setiap orang berbeda-beda daya tahan tubuhnya menerima vaksin. Jadi jangan takut vaksin ya, semua nya proses untuk imun lebih kuat. Segera daftarkan diri untuk mendapatkan dosis vaksin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: