Perjuangan Melawan Covid Belum Usai

Ini udah isu lama, tapi kenapa masih aja ada yang berani ga pakai masker sih ketika ngumpul-ngumpul bareng temennya? Suka ga bawa hand-sanitizer, atau ga mandi habis dari tempat umum. Apakah informasi yang didapatkan oleh mereka berbeda ? Apakah mereka ga takut tertular Covid-19 dan varian lainnya? Seberapa yakin ia akan temen-temennya juga melakukan pola hidup pencegahan? Sesungguhnya frustasi melihat kita yang berusaha menjaga diri untuk keluarga, namun orang-orang yang bersinggungan langsung dalam hidup kita mengabaikannya. Come on Dude, you’re better than that.

Yes, Saya pernah sekali foto bareng temen ga pake masker, itu sudah berbulan-bulan yang lalu (6 bulan yang lalu lebih tepatnya), karena pada saat itu lagi “feel in the moment kali ya“. Tapi habis itu rasa bersalah menghantui Saya karena ga menjaga diri dan mematuhi protokol kesehatan. Alhamdulillah semuanya baik-baik aja. Bisa jadi karena kesenangan sesaat khawatir malah menyesal selama-lamanya.

Yang paling Saya khawatirkan ketika bertemu dengan teman-teman adalah membuka masker ketika makan, dan jika makan di restoran otomatis orang-orang disekeliling kita juga ga pakai masker. Pernah sekali pas Saya sedang melakukan perjalanan udara, tiba-tiba orang batuk, mungkin 3 sampai 5 kursi dibelakang Saya, kebayang ga tuh paniknya seperti apa 🙂 Saya langsung double mask.

Kalau dulu pas ngumpul bareng temen, Saya suka nge-lapin meja nya pake alkohol, ga tau dampak pengaruhnya sejauh apa, but better be safe than sorry. Sedihnya adalah ketika belanja ke Pasar, hampir kebanyakan pedagang yang Saya temui tidak mengenakan masker. I don’t know what’s happening in there. Pemerintah udah berbuih-buih kali ngingetin untuk memakai masker.

Alhamdulillah Saya termasuk yang beruntung karena telah mendapatkan vaksin pertama, namun bukan berarti Saya seenaknya saja tidak memakai masker. Orang-orang di luar negeri sana berani melepas masker karena hampir seluruh warganya sudah divaksin, contohnya Inggris. Kalau kita yang tingkat vaksinasi warganya masih rendah kenapa lebih berani dari orang luar :’)

Lalu sekarang, tempat tinggal Saya di Batam seluruh wilayahnya Red Zone. Semua rencana yang Saya miliki bareng teman Saya cancel. Kalau lagi pengen makanan tertentu Saya take away, hanya akan duduk di cafe/restoran ketika sepi. Tentu kadang orang merasa jenuh dan terjebak di rumahnya, tapi tahanlah… ga rindu apa nonton konser bareng, ga rindu apa nonton bioskop, ga rindu apa karaokean. Yes Saya lihat beberapa teman Saya melakukan itu, but I’m not taking risk jika hanya untuk kenikmatan sesaat.

Lawancorona.batam.go.id

Please, jangan lengah dulu. Perjuangan kita belum selesai. Jaga diri terutama untuk orang tua, dan anak-anak yang masih kecil. Jangan lelah mematuhi protokol kesehatan, orang-orang disekitar kita masih banyak yang terjangkit corona, namun isu tersebut tenggelam karena orang-orang merasa jenuh dengan isu yang sama setahun lalu, sehingga mulai banyak yang lalai. Insya Allah keadaan akan berubah kalau kita berusaha bersama. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Lawancorona.batam.go.id

Ps. Sebenarnya udah lama Saya mau ngebahas isu tentang Covid-19 ke teman Saya yang Dokter, hampir setahun lalu diinisiasi ga pernah jadi :’) katanya dia selalu tepar sehabis jaga, jadi ga sempat ngabarin. Yaudah gapapa, manatau ada teman Dokter lain yang mau diwawancara. Jadi ya hanya beginilah tulisan yang dapat Saya buat, sepemahaman Saya saja. Saya takut berbicara diluar batas pemahaman Saya. Informasi mengenai Covid-19 dapat dilihat dari WHO, penjelasan di Youtube dan dari twitter-twitter dokter INA dan luar negeri yang cukup aktif membahasnya secara berkala.

Info dari CDC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: