Ekspektasi ke Orang Lain

Sadar ga sih kalau terkadang kita berbuat ga adil ke orang lain dengan memberikan ekspektasi tertentu, sedangkan itu bukan dirinya. Kita berharap orang akan berlaku sedemikian rupa dan memiliki pandangan yang sama dengan semua orang. Well guess what? Ga semua orang kadang menyetujui norma sosial yang kebanyakan dianut oleh orang lain. Rasa jengkel itu adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari, namun manfaatnya juga tidak ada 🙂

Sebenarnya yang perlu ditanya adalah diri kita sendiri. Kenapa kita merasa perlu seseorang untuk berlaku sedemikian rupa? Adakah ada isu yang belum beres atau kebiasaan yang sulit dilepaskan? Ketika kita menerima orang lain sesuai dengan karakteristik yang dimilikinya, suddenly dunia terasa lebih nyaman. Next time, kitanya aja yang perlu hati-hati dalam bertindak dan mengantisipasi tindakan orang lain.

I like this a lot:

Yang dibutuhkan adalah sedikit empati dan kemauan untuk memahaminya (kesabaran). Tapi… kalau untuk diri sendiri kita Saya rasa perlu untuk memberikan ekspektasi, itu adalah salah satu jalan untuk mewujudkan goals. Sepanjang ekspektasi tidak menjadi obsesi. It’s time to move on dan berdamai dengan diri sendiri. Saya rasa ini adalah salah satu bentuk pendewasaan dan membebaskan diri dari hal yang membelenggu jiwa. Toh keinginan kita tidak dapat mengubah keadaan. Mungkin ga sekarang, mungkin nanti kamu bisa melihat dari perspektif yang lebih luas. Insya Allah it will makes sense someday.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: